Septic tank adalah tempat penampung kotoran dari WC (water closet). Agar rumah menjadi lebih sehat dan nyaman maka posisi dan bentuk septic tank harus memenuhi kaidah – kaidah yang dipersyaratkan. konstruksi septic tank  disekat dengan dinding bata dan diatasnya diberi penutup dengan pelat beton dilengkapi penutup kontrol dan diberi pipa hawa T dengan diameter ø1 ½“, menjadi hubungan agar ada udara / oksigen ke dalam septictank yang bertujuan untuk bakteri – bakteri menjadi subur sehingga bakteri itu menjadi pemusnah kotoran – kotoran atau peses yang masuk ke dalam bak penampungannya.

Secara umum ada dua jenis model septic tank yang digunakan di Indonesia yaitu septictank jenis tertutup dan terbuka.

Septic tank jenis tertutup, yaitu septictank dimana semua bagian nya tertutup rapat. Bagian bawah bisa diberi rabat beton. Bagian samping bisa terbuat dari batu bata atau buis beton. Dan bagian atas ditutup dengan cor beton dengan besi tulangan. Septic tank model ini biasanya digunakan pada rumah berlhan sempit.

Sedangkan septic tank terbuka pada bagian atas ruang resapan atau limbah cair tidak ditutup dengan beton cor dan dibiarkan terbuka kecuali limbah padat. Septic tank jenis ini biasanya digunakan di kampung-kampung yang masih memiliki lahan yang luas di sekitar rumah.

Ada satu jenis septic tank yang cukup mpdern. Septic tan tersebut di sebut dengan istilah bio septic tank. Bio septic tank ini adalah septic tank yang bahannya terbuat dari plastik sintesis dan diberi bakteri pengurai. Sehingga produk limbah sudah diproses didalamnya dan bisa langsung dibuang ke sungai.

Beberapa aspek yang harus diperhatikan ketika membuat septic tank antara lain :

  1. Jarak septictank dengan sumber air bersih minimal 10 meter
  2. Volume septic tank harus mampu menampung kapasitas penghuni rumah.
  3. Diameter pipa pembuangan harus mencukupi
  4. Bak kontrol harus dibuat untuk mengantisipasi mampet
  5. Dibuat sumur peresapan limpasan dari air yang ada di septic tank
  6. Harus ada pipa penghawaan

 

Post Comment