Dinding merupakan bagian dari bangunan yang dibuat vertikal. Dinding memiliki fungsi sebagai pemisah atau penyekat ruangan. Berdasarkan fungsinya dinding dibagi menjadi tiga yaitu dinding arsitektural ( dinding pembatas), dinding pembatas dan dinding penahan. Bahan material yang umum digunakan untuk dinding adalah batu bata, batako dan bata ringan. Tentunya ketiga material ini masing – masing memliki kelebihan dan kekurangan.

  1. Batu bata

Batu bata adalah bahan material yang sangat umum digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai dinding. Batu bata ini terbuat dari tanah liat yang dibakar sehingga harganya relatif lebih murah. Selain itu batu bata mudah didapatkan sehingga menjadi pilihan utama untuk membuat dinding. Batu bata juga tanah terhadap api, sehingga tidak rawan terhadap kebakaran. Keunggulan lain dari batu bata ini antara lain untuk memasang tidak perlu keahlian khusus, tidak memerlukan perekat khusus dan ukuran yang kecil memudahkan dalam pengangkuan.

Selain memiliki keunggulan batu bata juga mempunyai beberapa kekurangan, antara lain : sulit dipasang secara rapi, boros untuk penggunaan spesi perekat, cenderung menyerap panas dan dingin sehingga suhu di dalam rumah tidak stabil, karena dibuat secara manual maka kualitas batu bata tidak merata, dan lain – lain.

  1. Batako

Material ini terbuat dari campuran semen dan pasir dengan perbandingan tertentu. Kualitas batako ditentukan oleh perbandingan antara semen dan pasir penyusunnya. Semakin kecil perbandingan semen dan pasir maka kualitas batako akan semakin baik. Cara pembuatan batako ada yang ditekan secara manual atau dengan mesin. Jika dibandingkan dengan batu bata, maka kekuatan batako di bawah batu bata. Keunggulan batako dari batu bata adalah waktu pekerjaan yang cepat dan hemat bahan perekat. Kelemahan batako antara lain mudah retak, menyerap panas, dan mudah hancur kalau dilubangi.

  1. Bata Ringan

Bata ringan sering disebut juga dengan hebel. Material ini merupakan material produk mutakhir. Pembuatan bata ringan sudah menggunakan mesin tidak menggunakan tenaga manusi lagi. Sehingga kulitas bata ringan bisa seragam. Selain itu bata ringan juga bisa mengurangi beban konstruksi, sehingga konstruksi bisa lebih ramping dan hemat. Pemasangan bata ringan ini tidak membutuhkan perekat yang banyak namun membutuhkan perekat khusus. Bata ringan adalah campuran dari semen dan pasir yang di beri busa. Dimana rongga – rongga di antara semen dan pasir di isi oleh busa,sehingga di dapat material yang ringan. Kelemahan bata ringan adalah harga bata ringan dan perekat yang masih relatif mahal.

Post Comment