Beton adalah bahan bangunan komposit yang terdiri dari agregat dan semen. Agregat beton terdiri dari agregat kasar dan agregat halus. Agregat kasar lebih dikenal dengan batu split atau batu kerikil dengan ukuran 2/3. Agregat halus beton lebih sering menggunakan pasir, meskipun ada beberapa material yang bisa digunakan sebagai agregat halus. Dan untuk mempermudah pencampuran komponen agregat dengan semen, maka ditambahkan air secukupnya.

Beton adalah komponen utama dalam struktur sebuah rumah. Beton berfungsi sebagai struktur penyangga dan penyalur beban yang ada di dalam suatu bangunan. Beton lebih kuat untuk menahan beban tekan. Oleh karena itu beton sering diberi besi tulangan agar bisa menerima beban tarik lebih banyak. Komposisi ini dikenal dengan istilah beton bertulang.

Untuk menghasilkan beton yang berkualitas baik, maka komposisi campuran antara agregat, semen dan air harus diperhatikan. Di Indonesia aturan tentang campuran beton sudah tertuang di dalam aturan SNI mengenai beton. Tujuan dari campuran ini adalah agar beton memenuhi kebutuhan kuat tekan yang disyaratkan dalam perencanaan konstruksi. Kuat tekan beton untuk bangunan berbeda – beda, tergantung pada bentuk dan fungsi bangunan.

Faktor – faktor yang mempengaruhi kekuatan beton, antara lain :

  1. Jumlah semen

Semakin banyak semen yang digunakan maka kuat tekan beton semakin baik.

  1. Faktor air semen

Faktor air semen adalah perbandingan antara semen dengan air. Semakin tinggi perbandingan air semen maka kualitas beton akan semakin menurun.

  1. Kualitas agregat

Agregat halus atau pasir harus bebas dari lumpur dan bertesktur kasar.

Agregat kasar atau split yang digunakan dimensinya jangan terlalu besar atau terlalau kecil. Untuk struktur rumah tinggal dimensi split yang disarankan adalah split 2/3.

 

Untuk mendapatkan kuat tekan yang tinggi, kompisi beton adalah dengan komposisi berat. Maksud dari komposisi berat adalah masing – masing komponen beton berat nya ditimbang sesuai dengan ketentuan dari SNI. Namun tentu saja cara tersebut kurang praktis digunakan. Cara lain untuk menentukan kompisisi komponen beton adalah dengan perbandingan volume. Contoh dari perbandingan volume adalah campuran beton dengan perbandingan 1Pc:2Ps:3Kr. Campuran ini mempunyai arti bahwa perbandingan beton yang digunakan adalah :

1 bagian semen

2 bagian Pasir

3 bagian kerikil

untuk menentukan bagian bisa menggunakan ember. Jadi untuk komposisi beton dengan campuran tersebut komposisinya adalah

1 ember semen

2 ember pasir

3 ember kerikil

 

Post Comment