Ada dua aspek penting yang harus diperhatikan ketika kita akan membangun rumah. Yaitu aspek material dan tenaga kerja. Selain tenaga kerja yang ahli dan terampil, ketersediaan bahan material juga mempengaruhi kecepatan pekerjaan di lapangan. Jika material sering terlambat maka pekerjaan di lapanganpun akan terhambat. Sehingga ketersediaan dan jadwal material yang baik menjadi salah satu faktor penentu kecepatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Untuk menentukan jadwal ketersediaan material bisa menggunakan bar chart (bagan balok) pekerjaan. Bar chart berisi tentang alur  dan waktu pekerjaan. Alur pekerjaan adalah urutan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Suatu pekerjaan proyek rumah tinggal ada yang bisa dikerjakan secara simultan (bersamaan) dan ada yang harus berurutan. Contoh pekerjaan yang berurutan misalnya pekerjaan sloof beton baru bisa dikerjakan setelah pondasi selesai dikerjakan. Jadi pekerjaan sloof tidak bisa mendahului pekerjaan pondasi. Contoh pekerjaan yang bisa dilakukan simultan atau bersamaan adalah pekerjaan plester aci dengan pemasangan rangka atap. Dua pekerjaan tersebut tidak harus saling menunggu selesai,karena ketika pemasangan rangka atap otomatis dinding sudah terpasang. Sehingga sudah bisa dikerjakan pekerjaan plester aci.

Dengan bar chart ini bisa diketahui urutan kebutuhan material yang akan digunakan. Dengan mengikuti jenis pekerjaan yang akan dikerjakan. Dengan demikian prioritas pembelian material dan penempatan material di lokasi pekerjaan bisa diatur dengan baik. Dan dengan adanya bar chart ini kita bisa mengatur keuangan untuk pembelian bahan material.

Untuk mengetahui jumlah kebutuhan material yang akan digunakan, kita perlu mengetahui analisa suatu pekerjaan. Analisa pekerjaan berisi tentang koefisien material dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan sebuah pekerjaan. Analisa pekerjaan sudah ber SNI dan bisa didownload di website Departemen Pekerjaan Umum.

Sebagai contoh analisa pekerjaan dinding batu bata :

Berdasarkan SNI pemasangan dinding batu bata dengan perbandinga 1Pc:6Ps per m2

70 bh batu bata

8,32 kg Semen

0.049 m3 pasir

Jika luasan dinding bata adalah 10 m2, maka kebutuhan materialnya :

Batu bata = 70 bh x 10 m2 = 700 bh

Semen = 8,32 kg x 10 m2 = 83,2 kg

Pasir = 0.049 m3 x 10 m2 = 0,49 m3

Demikian seterusnya untuk pekerjaan yang lain. Yang terpanting adalah anda sudah mempunyai data analisa pekerjaan SNI yang berlaku di Indonesia.

 

Post Comment