Dak beton adalah konstruksi beton cor yang letaknya tidak langsung di atas tanah. Dak beton bisa digunakan untuk konstruksi lantai bangunan bertingkat, kontsruksi atap, konstruksi talang, konstruksi topi – topi, dan aksen kantilever. Selain untuk kebutuhan struktur kinstruksi, dak beton ini juga sering digunakan untuk memberi aksen sebuah rumah tinggal. Seiring berjalannya waktu tentu dak ini meskipun terbuat dari cor beton juga mempunyai masalah terutama bocor dan rembes. Bocor dan rembes nya bisa merusak cat dinding dan plafond langit  – langit rumah. Tentu hal ini sangat tidak di inginkan oleh penghuni rumah. Apalagi karateristik kebocoran dan rembesan agak sulit dideteksi, karena celah rembesan pada dak beton biasanya sangat kecil sekali.

Beberapa penyebab dak beton rumah bocor dan rembes antara lain :

  1. Ketebalan dak beton kurang tebal dari yang dibutuhkan. Standar ketebalan dak beton adalah sekitar 12 – 15 cm. Kurangnya pengawasan dan pengecekan pada waktu proses pekeraan konstruks dak beton ini biasanya jadi penyebab hal ini terjadi. Karena air akan mudah masuk ke beton dak yang tipis.
  2. Tidak dilakukannya perlakuan penggenangan air pada waktu beton cor selesai dibuat. Penggenangan air atau disebut juga curing compound dilakukan agar tidak terjadi panas hidrasi semen yang menyebabkan retaknya beton baru.
  3. Dak beton tidak dilapisi lapisan anti bocor. Lapisan anti bocor ini membantu mencegah masukk atau rembesnya air kedalam dak beton.
  4. Perubahan cuaca dari panas ke hujan yang menyebabkan terjadinya retakan pada dak beton.
  5. Dak beton tidak memiliki kemiringan yang cukup sehingga membuat air menggenang. Permukaan yang cekung bisa membuat air tidak bisa mengalir dengan baik. Sehingga karena partikel air yang sangat kecil bisa merembes kedalam dak beton, jika genangan dibiarkan terlalu lama.

Beberapa cara untuk mengatasi dak beton yang bocor antara lain :

  1. Jika yang retak adalah plesteran dak beton maka cukup dilapisi dengan adukan semen dan pasir. Serta dilapisi dengan waterproofing yang berbasis bukan semen melainkan bahan polyurrethane. Karena waterprofing berbasin semen dapat mudah retak sedangkan yang berbasi polister cenderung lebih liat.
  2. Jika retak sudah sampai ke betonnya, maka dilakukan perbaikan dulu untuk betonnya. Retak pada beton ini bisa diatasi dengan memberi epoksi pada beton. Epoksi ini bertujuan untuk menambal retak yang terjadi pada beton dak. Kemudian setelah di beri epoksi lapisan paling atas tetap diberi waterproofing.

Itulah dua cara mengatasi beton dak yang retak dan rembes. Karena biasanya retak beton itu ada dua karateristik yaitu retak permukaan  dan retak dalam .

Post Comment