Rangka atap adalah struktur paling atas sebuang bangunan. Rangka atap  memiliki beberapa bagian seperti kuda – kuda, gording , usuk serta reng. Posisi rangka atap berada tepat diats ring balok, hal ini memungkinan rangka atap untuk menyalurkan beban ke struktur. Rangka atap memiliki dua fungsi utama yaitu menyalurkan beban dari atap kestruktur lainnya dan sebagai tempat dudukan penutup atap berupa genteng atau yang lainnya.

Seiring perkembangan zaman terjadi perkembangan pada material rangka atap yang dipakai suatu bangunan. Jika selama ini rangka atap identik menggunakan material kayu, maka sekarang dikenal material lain yang dapat digunakan untuk rangka atap yaitu baja ringan. Pada zaman dulu kayu sering digunakan untuk struktur rangka atap karena kayu mudah didapat, memiliki kuat tekan dan tarik yang baik, serta harganya murah. Dibandingkan dengan baja maka kayu adalah pilihan rasional untuk struktur atap pada masa tersebut.

Seiring berkembangnya teknologi dan dikarenakan semakin terbatasanya kayu yang berkualitas baik yang dapat digunakan sebagai struktur rangka atap, maka dikembangkanlah suatu material yang memiliki karakteristik yang bisa digunakan sebagai rangka atap. Material ini saat ini dikenal dengan nama baja ringan.

Sebagai sebuah material tentu baja ringan memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kekurangan dari baja ringan antara lain :

  1. Baja ringan memerlukan perhitungan konstruksi yang lebih teliti. Perhitungan struktur baja ringan dibantu menggunakan perhitungan komputer. Sehingga tidak semua orang bisa menggunakannya.
  2. Rangka baja ringan membutuhkan penutup langit – langit. Karena jika rangka atap baja ringan diekspose maka akan kurang kelihatan indah.
  3. Harga rangka baja ringan relatif masih lebih mahal bila dibandungkan dengan kayu

Kelebihan baja ringan antara lain :

  1. Memiliki kuat tarik yang tinggi namun bobot materialnya ringan.
  2. Mempunyai kualitas yang sama karena dibuat di pabrik
  3. Tahan terhadap rayap.
  4. Anti karat.
  5. Memiliki sifat liat atau daktilitas yang bagus. Sehingga struktur atap mampu mengatasi beban kejut dan beban geser sehingga bentuk struktur bisa lebih beradaptasi atau bersifat fleksibel terhadap bentu bangunann.
  6. Proses pengerjaan pemasangan struktur rangka atap lebih cepat dibandingan dengan rangka atap kayu atau baja.

Post Comment